Get Adobe Flash player
Translate Page
Page Information
Flag Counter
rumahmandiri.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor
Bagaimana Menurut Anda Tentang Website RUMAH MANDIRI ?

Laporan Statistika 3 : PENYAJIAN DATA (DENGAN TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI) 

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tabel distribusi frekuensi adalah susunan data dalam suatu tabel yang telah diklasifikasikan menurut kelas-kelas atau kategori tertentu. Dikenal dua bentuk distribusi frekuensi menurut pembagian kelasnya, yaitu distribusi frekuensi kualitatif (kategori) dan distribusi frekuensi kuantitatif (bilangan).

Pada distribusi frekuensi kualitatif pembagian kelasnya didasarkan pada kategori tertentu dan banyak digunakan untuk data berskala ukur nominal. Sedangkan kategori kelas dalam tabel distribusi frekuensi kuantitatif, terdapat dua macam, yaitu kategori data tunggal dan kategori data berkelompok (bergolong).

B. TUJUAN

Setelah melakukan praktikum ini diharapkan :

a. Mahasiswa mampu menyajikan data dalam bentuk table distribusi frekuensi dengan
menggunakan SPSS
b.Mahasiswa mampu menyelesaikan permasalahan nyata dengan penyajian data statistik.

BAB II
ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum kali ini yaitu :

1. Software IBM SPSS 19 (STATISTICAL PACKEDGE For SOCIAL SCIENCES)
2. Satu unit Laptop
3. Data Sampling

BAB III
PROSEDUR KERJA

A. DISTIBUSI FREKUENSI

Tabel distribusi frekuensi adalah susunan data dalam suatu tabel yang telah diklasifikasikan menurut kelas-kelas atau kategori tertentu.
Penyusunan distribusi frekuensi nilai statistika dari 100 mahasiswa. Distribusi frekuesi terdiri dari 7 interval kelas dengan lebar interval kelas 5.

Langkah – langkah 1:
 Buka SPSS 19
 Buat variabel Nilai dengan ketentuan seperti gambar berikut :

ls ac3 1

 Masukkan Nilai Statistika berikut ke tabel Data View

ls ac3 2

 Sehingga muncul data view seperti berikut ini dengan jumlah nilai 100 :

ls ac3 3

 Setelah selesai klik analyze>Descriptive Statistics>Klik Frekuensi
 Masukkan Variable Nilai>Klik Statistics

ls ac3 4

 Beri tanda centang pada Mean, Median, Mode, Minimum dan Maximum. Lihat Gambar

ls ac3 5

 Kemudian Klik Continue kemudian Ok. Maka akan terlihatoutputseperti berikut :

ls ac3 6

INTERPRESTASI :

Pada tabel diatas kita bisa mengetahui bahwa ada 100 Mahasiswa yang mengikuti ujian, Nilai ujian terkecil adalah 30 dan tertinggi adalah 65. Nilai rata – rata Mahasiswa adalah 50.Nilai 45 adalah nilai yang banyak diperoleh oleh Mahasiswa, yaitu ada 8 mahasiswa, atau kita juga bisa mengatakan hanya ada 1Mahasiswa yang mendapat nilai 65.
B. MENYUSUN DISTRIBUSI FREKUENSI

Jika kita membuat Tabel Distribusi Frekuensi nilai statistika, dengan banyaknya interval 7 dan lebar interval 5, maka dapat disusun kelas sebagai berikut : 30-35, 35-40, 40-45, 45-50, 50-55, 55-60, dan 60-65. Kelas tersebut didapat berdasarkan perhitungan,
kelas = 1 + 3.3logN = 1 + 3.3log(100) = 7.6 ~ 7
Maka I=R/k=35/7=5

Pengerjaannya yaitu :

 Urutkan data dari kecil ke besar, dengan cara : Klik Data>Sort Cases
 Masukkan Variabel Nilai
 Pada Sort Order pilih Ascending. Lihat Gambar

ls ac3 7

 Tambahkan satu variabel lagi yaitu Kelas, Berikan angka 1 pada 31-35, angka 2 untuk 36-40, dan
seterusnya angka 7 untuk 61-65, seperti tampak pada Gambar Berikut :

ls ac3 8

 Setelah Values Labels telah selesai diinputkan>Klik Ok
 Kembali ke Data View masukkan angka 1,2,3 dst, sesuai urutan Value Labels yang telah kita buat
tadi. Lihat Gambar

ls ac3 9

 Selanjutnya Klik Analyze>Descriptive Statistics>Frequeinces

ls ac3 10

 Klik Charts>Centang pada Show normal curve on histogram>Lihat Gambar

ls ac3 11

 Klik Continue>Klik Ok. Maka akan terlihat output seperti berikut ini :

gambar12 kosong

INTERPRESTASI :

Dari daftar tersebut, kita bisa mengetahui bahwa mahasiswa yang mengikuti ujian ada 100, selang kelas nilai yang paling banyak diperoleh oleh mahasiswa adalah sekitar 46 sampai 50, yaitu ada 29 mahasiswa, dan seterusnya. Hanya saja perlu diingat bahwa dengan cara ini kita bisa kehilangan identitas dari data aslinya. Sebagai contoh, kita bisa mengetahui bahwa ada 5 mahasiswa yang mendapatkan nilai antara 31 sampai 35. Meskipun demikian, kita tidak akan tahu dengan persis, berapa nilai sebenarnya dari 5 mahasiswa tersebut, apakah 31 apakah 32 atau 35 dst.

 

BAB IV
HASIL PENGAMATAN

A. DISTRIBUSI FREKUENSI

Hasil Output Distribusi Frekuensi :

gambar13 kosong

B. MENYUSUN DISTRIBUSI FREKUENSI

Hasil Output Menyusun Distribusi Frekuensi

gambar14 kosong

BAB V
PEMBAHASAN

PENYAJIAN DATA (DENGAN TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI)

Hasil pengukuran yang kita peroleh disebut dengan data mentah. Besarnya hasil pengukuran yang kita peroleh biasanya bervariasi. Apabila kita perhatikan data mentah tersebut, sangatlah sulit bagi kita untuk menarik kesimpulan yang berarti. Untuk memperoleh gambaran yang baik mengenai data tersebut, data mentah tersebut perlu di olah terlebih dahulu.

Pada saat kita dihadapkan pada sekumpulan data yang banyak, seringkali membantu untuk mengatur dan merangkum data tersebut dengan membuat tabel yang berisi daftar nilai data yang mungkin berbeda (baik secara individu atau berdasarkan pengelompokkan) bersama dengan frekuensi yang sesuai, yang mewakili berapa kali nilai-nilai tersebut terjadi. Daftar sebaran nilai data tersebut dinamakan dengan Daftar Frekuensi atau Sebaran Frekuensi (Distribusi Frekuensi).

Dengan demikian, distribusi frekuensi adalah daftar nilai data (bisa nilai individual atau nilai data yang sudah dikelompokkan ke dalam selang interval tertentu) yang disertai dengan nilai frekuensi yang sesuai.

Pengelompokkan data ke dalam beberapa kelas dimaksudkan agar ciri-ciri penting data tersebut dapat segera terlihat. Daftar frekuensi ini akan memberikan gambaran yang khas tentang bagaimana keragaman data. Sifat keragaman data sangat penting untuk diketahui, karena dalam pengujian-pengujian statistik selanjutnya kita harus selalu memperhatikan sifat dari keragaman data. Tanpa memperhatikan sifat keragaman data, penarikan suatu kesimpulan pada umumnya tidaklah sah.

Ada beberapa istilah yang harus dipahami terlebih dahulu dalam menyusun daftar frekuensi, yaitu :

ls ac3 15ls ac3 16

1. Range : Selisih antara nilai tertinggi dan terendah. Pada contoh ujian di atas, Range = 65 – 30 = 35

2. Batas bawah kelas : Nilai terkecil yang berada pada setiap kelas. (Contoh: Pada Tabel di atas, batas
bawah kelasnya adalah 31, 36, 41, 46, …, 61)

3. Batas atas kelas : Nilai terbesar yang berada pada setiap kelas. (Contoh: Pada Tabel 3 di atas, batas
bawah kelasnya adalah 40, 50, 60, …, 100)

4. Batas kelas (Class boundary) : Nilai yang digunakan untuk memisahkan antar kelas, tapi tanpa
adanya jarak antara batas atas kelas dengan batas bawah kelas
berikutnya.

5. Panjang/lebar kelas (selang kelas) : Selisih antara dua nilai batas bawah kelas yang berurutan atau
selisih antara dua nilai batas atas kelas yang berurutan atau
selisih antara nilai terbesar dan terkecil batas kelas bagi kelas yang bersangkutan. Biasanya lebar kelas tersebut memiliki lebar yang sama.
Contoh:
lebar kelas = 40 – 36 = 5 (selisih antara 2 batas bawah kelas yang berurutan) atau
lebar kelas = 45 – 41 = 5 (selisih antara 2 batas atas kelas yang berurutan) atau

6. Nilai tengah kelas : Nilai kelas merupakan nilai tengah dari kelas yang bersangkutan yang diperoleh
dengan formula berikut: ½ (batas atas kelas+batas bawah kelas). Nilai ini yang d
ijadikan pewakil dari selang kelas tertentu untuk perhitungan analisis statistik
selanjutnya. Contoh: Nilai kelas ke-2 adalah ½(36+40) = 38

7. Banyak kelas : Sudah jelas! Pada tabel ada 7 kelas.

8. Frekuensi kelas : Banyaknya kejadian (nilai) yang muncul pada selang kelas tertentu. Contoh, pada
kelas ke-1, frekuensinya = 5. Nilai frekuensi = 5 karena pada selang antara 31 – 36,
hanya ada 5 angka yang muncul, yaitu nilai ujian 31,32,33,34 dan 35.

BAB VI
KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat kami tarik dalam praktikum kali ini yaitu : Penyjian data dengan tabel distribusi frekuensi merupakan daftar nilai data (bisa nilai individual atau nilai data yang sudah dikelompokkan ke dalam selang interval tertentu) yang disertai dengan nilai frekuensi yang sesuai.

Pengelompokkan data ke dalam beberapa kelas dimaksudkan agar ciri-ciri penting data tersebut dapat segera terlihat. Daftar frekuensi ini akan memberikan gambaran yang khas tentang bagaimana keragaman data. Sifat keragaman data sangat penting untuk diketahui, karena dalam pengujian-pengujian statistik selanjutnya kita harus selalu memperhatikan sifat dari keragaman data. Tanpa memperhatikan sifat keragaman data, penarikan suatu kesimpulan pada umumnya tidaklah sah.

BAB VII
DAFTAR PUSTAKA

http://lecturer.d3ti.mipa.uns.ac.id/hartatik/

Hasan, Iqbal. 2009.Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif) Jakarta:Bumi Aksara

http://smartstat.wordpress.com/2010/03/29/distribusi-frekuensi/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>